Pengunjung Online
Kami memiliki 1 Tamu onlineStatistics
Anggota : 185Konten : 5
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 8196
| Portugal Tae Kwon Do - Black Belt |
|
|
|
| Ditulis oleh admin |
| Senin, 22 September 2008 07:00 |
|
Hari Rabu tanggal 13 Agustus 2008, PB. Sinar Perak Pusat kedatangan rombongan tamu bule2 dari Portugal. Salah satunya bernama Mr Nass ingin tahu apa itu silat Indonesia dan pilihannya jatuh kepada kita [padahal dia salah pilih kayaknya :)) ], kenapa begitu? Karena setahu dia pencak silat penuh dengan kembangan, padahal di PB. Sinar Perak malah tidak ada kembangan (kasian deh).
Karena jadwal yang padat sedangkan mereka harus meneruskan perjalanan ke pulau Jawa jadilah Mr. Nass memutuskan mendatangi pusatnya langsung dan alhamdulillah jadwalnya pas!! Pas hari Rabu ketika Yogya jadwalnya latihan silat!!. Jam menunjukan pukul 17.00 WIB Mr. Nass n rombongan datang di lapangan (sedangkan kita latihan mulai pukul 16.00 WIB), langsung mengenalkan diri dan memberitahu keinginannya untuk belajar sedikit mengenai pencak silat. Dengan disaksikan oleh Pak Latif maka masuklah seorang bule kedalam lapangan, petugas yang melatihnya adalah mas Bagus dibantu dengan mas Adi. Dengan bahasa Inggris yang kacau beliau ditambah bahasa Tarzan dimulailah pelajaran itu. Satu2nya yang cepat dia pelajari adalah Kelebat Ekor Naga karena hampir mirip dengan yang sering dia latih di Tae Kwon Do (tapi tetep beda) walau begitu tidak butuh waktu lama sehingga dia bisa melakukannya. Terus terang dia agak bingung kenapa PB. Sinar Perak menguasai gerakan2 Mix Martial Arts yang terbilang baru padahal pencak silat sudah ada ratusan tahun yang lalu. Setelah kita terangkan bahwa silat PB. Sinar Perak beda dengan perguruan Pencak Silat lain di Indonesia dan itu juga sudah ada ratusan tahun silam, akhirnya dia mulai agak mengerti. 1. Ketika Silat Latihan bareng siswa2 Jogjakarta
2. Mas Bagus nerangin cara mukul dan menendang ala PB. SP yang benar
3. Mr. Nass belajar Guntur Pati dan Kelebat Ekor Naga
4. Latih Tanding
Akhirnya selesailah sudah latihan hari itu khusus dengan Mr. Nass sampai pukul 18.00 WIB lebih, setelah itu kami saling berjabat erat, senyum lega dan puas terlihat diwajah2 mereka, bule2 itu, khususnya Mr. Nass, lalu kami saling berpamitan. Sama sekali kami tidak menyangka bahwa Mr. Nass ternyata pemegang sabuk Hitam di perguruannya karena begitu lembut dan juga santun sikap dan tuturkatanya, salut untuk Mr. Nass akan hal itu. Satu hal lagi ajaran Guru Besar kita kembali tergiang "hati2 dengan orang yang sikapnya halus dan santun (jangan diremehkan), biasanya dia malah menyembunyikan keunggulannya".
|
| Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 11 Oktober 2008 08:01 ) |







